Dari ujung mata saja Kaila sudah dapat merasakan tatapan tajam Sofia padanya namun ia mengabaikan perempuan itu. lagipula tidak ada yang harus ditakutkan Kaila saat ada Jagad di sampingnya, bukan? Jadi yang harus ia lakukan saat ini hanyalah menegakkan bahu dan menyapa sisa keluarga Jagad yang belum ia temui. Termasuk wanita tua, sang penyelenggara pesta. “Halo, oma apa kabar?” Kaila mengulurkan tangannya untuk mencium punggung tangan Oma. “Wah, ini dia calon cucu menantu oma udah dateng.” Suara Oma terdengar semangat saat menyambut kedatangan Kaila ke rumahnya. “Udah dateng semua kan ya. Ayo, ayo, kita makan dulu aja mumpung sudah jam makan siang.” Rumah Oma yang mewah itu memiliki satu meja makan panjang yang dapat menampung sekitar 12 orang. Oma duduk di paling ujung meja makan, disam

