Jagad tidak mengantarkan Kaila kembali ke kosannya. Sebaliknya, mereka justru kini telah berada di rumah Jagad. Kaila sudah protes untuk diturunkan di tengah jalan sedari tadi, agar ia bisa menyetop taksi dan pulang sendiri ke kosannya, tapi Jagad tidak mendengar. Pria itu bahkan tidak berbicara sedikitpun. Mobil itu berhenti di depan halaman rumah Jagad. Kaila langsung berbalik pergi dan berjalan menjauhi rumahnya. Namun, Jagad memegang pinggangnya. “Kai, tunggu dulu.” “Aku ngga bilang setuju untuk dateng kesini.” Ucapnya marah. “Iya, aku tahu. Maafin aku, tapi kosan kamu jam segini udah ngga bisa terima tamu.” “Walaupun gitu kita masih bisa ngobrol di dalem mobil kayak waktu itu, ngga perlu ke rumah mas gini!” Serunya sambil berusaha melepaskan lilitan tangan Jagad ditubuhnya. “Ng

