Rio pov "Honey.... kamu laper nggak?! Perasaan dari tadi kamu main air terus. Nggak capek emang?" Aku memeluk pinggangnya dari belakang. Bahkan keringatnya sudah sangat masam. Tapi aku malah senang dengan bau keringat Diandra yang semacam ini. "Laper sih hehe... makan ikan bakar yuk." "Mmm... boleh juga. Ayok!" Aku tersenyum lima jari. Membuat matanya berbinar-binar. "Ehh.. tunggu-tunggu!" Diandra membalik badanya dan mencium pipi ku cepat. Sepersekian detik aku hanya mematung. Menatap wajahnya yang memerah. Entah karena malu atau karena sinar matahari yang cukup panas. Aku kurang tau juga. "Terimakasih Kak sudah hadir di hidup Diandra. Diandra bahagia punya suami kaya' Kak Rio. Sekali lagi terimakasih. Aku mencintaimu.." Ucapnya sembari menunjukkan senyum pepsodent. Menciptakkan les

