Fajar POV Setelah keadaannya lebih membaik dan tidak lagi menangis, Raya mengajaknya keluar dari ruang tangga darurat itu. “Kamu mau kuantar pulang?” Fajar bertanya, masih khawatir dengan kondisi psikis gadis kesayangannya. Tapi Raya menggeleng. “Nggak Mas, aku masih ada kerjaan.” Jawabnya dengan senyum tipis. “Jangan maksain kondisimu, Ayu. Aku yakin bosmu pasti mengerti kalau kamu izin sakit.” “Aku baik-baik aja, Mas. Aku lebih baik kerja, kalau pulang ke rumah aku takut malah galau karena kepikiran yang nggak-nggak. Lagian kata Indah barusan ngechat aku, Mas Damar juga udah nggak ada di sini. Ada keadaan darurat sama keluarganya di Jakarta.” “Begitu ya?” Fajar masih ragu. Meski terlihat kuat, Fajar bisa merasakan perasaan Raya masih terguncang. “Iya, Mas.” Satu tangan Raya meng

