Raya POV Raya mengerjapkan mata berulang kali, tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Apa perkiraannya selama ini benar, dan Taufik sedang menyatakan perasaannya? “Butuh? Maksud kamu…” “Eh, aku salah ngomong ya?” Taufik terlihat panik, wajah semakin memerah. “Erm… maksud aku. Aku, se.. sebenarnya… suka…” Ya ampun, bener dia suka sama aku. Aku harus gimanaa? Perasaan aku sama dia kan belum sebesar itu! Raya panik sendiri melihat Taufik yang tumben sekali, bicaranya terbata-bata. Jadi tanpa pikir panjang, Raya langsung menyambar. “Maaf!” “Sama Indah!” “Eh?” “Hah?” Mereka berpandangan, sebelum akhirnya Taufik membuka mulut. “Maaf kenapa maksudmu, Ray? Apa Indah udah punya pacar? Atau kamu nggak bisa bantu aku PDKT sama dia?” Ekspresi kecewa tak bisa disembunyikan lelaki it

