Raya POV “Yi, kamu ngerasa nggak sih ada sesuatu yang salah akhir-akhir ini?” Raya bertanya pada sang adik saat mereka berdua sarapan bersama pagi ini. “Nggak kak, emang kenapa? Perasaan nggak ada yang ganggu-ganggu lagi.” “Justru itu! Aneh karena kakak nggak digangguin lagi sama siapapun. Tenang banget sekarang, kakak jadi khawatir sendiri.” Rayi terkekeh. “Kakak terlalu parno. Bagus dong kalau nggak ada yang gangguin, daripada kakak stress mulu tiap hape kakak bunyi.” “Gimana gak parno, gak pernah setenang ini biasanya. Kakak takut tau-tau diserang cobaan dan nggak siap.” Keluh Raya lagi. “Nggak usah khawatir gitu ah kak. Ayo, kita berangkat. Kalau kesiangan, nanti kakak telat sampai kantor.” “Hhh.. Ya udah, oke.” Berdua mereka lalu turun ke basement apartemen, tempat mobil Raya

