Chapter 22: Dua Lelaki

1750 Kata

Fajar POV “Gimana dia?” Fajar bertanya saat Bayu mendekati ranjangnya di dalam ruangan ICU itu. Bayu mendengus. “Udah gue suruh pulang, dan akhirnya dia mau pulang juga. Itu juga setelah ditelpon adiknya.” Katanya. “Lo keterlaluan banget nyuruh gue ngusir dia. Nggak tega gue liat dia nangis-nangis gitu mau ketemu sama lo.” Fajar hanya melengos, memasang tampang datar. Meski sebenarnya hatinya juga sakit. “Ini yang terbaik buat dia.” “Terbaik buat dia atau buat elo? Lo kan nggak perlu mutusin hubungan begini, terus tiba-tiba kabur. Tinggal bilang aja lo mau berobat ke Amerika sebentar, dan nanti balik lagi kesini buat nemuin dia.” “Itu sama aja gue ngasih dia harapan palsu, Bayu. Lo kan tahu kesempatan gue sembuh beneran itu tipis.” “Transplantasi jantung success rate-nya tinggi, Jar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN