Chapter 21: Merelakannya Pergi

1955 Kata

Raya POV Raya terpaku mendengar ucapan Fajar yang memintanya untuk tidak berkunjung lagi. Begitu tiba-tiba, rasanya ia tak percaya. “Kenapa, Mas? Apa selama ini aku ganggu Mas?” “Nggak.” Fajar menggelengkan kepala lemah. “Jadi kenapa aku nggak boleh kesini lagi? Aku ingin temani Mas, supaya mas tetap semangat…” Lelaki ringkih itu menghela nafas. “Waktuku nggak lama lagi, Ayu. Apapun yang kamu lakukan, nggak akan mengubah itu.” “Mas!” Raya menyambar cepat. “Kenapa Mas bilang begitu lagi? Mas kan udah janji nggak akan ngomong gitu. Mas bilang mau semangat, biar bisa sembuh.” “Sudahlah, Ayu. Ini memang nasibku. Aku sudah pasrah.” Katanya, membuat Raya tercekat. Rasanya sebentar lagi air matanya pasti turun. “Sebaiknya kamu pulang, dan jangan pernah datang lagi. Aku nggak mau kamu bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN