“Lo gila..!!!” teriakku pada Arvin. Aku marah. sangat. Gimana aku tak marah kalau barusan Arvin bilang dia jujur pada Kia tentang dia dan juga aku, tentang kepribadian ganda ini. Aku benar-benar tak habis pikir dengan apa yang Arvin lakukan kali ini, kenapa dia begitu ceroboh dalam hal ini, Ah.. bukan, kenapa dia begitu bodoh mengatakan semua pada Kia seperti itu. “Cepat atau lambat, dia pasti tahu.” ucap Arvin seolah membela dirinya dan merasa tak salah. “Tapi gak sekarang vin.” tegasku. “Kapan? Saat dia tahu dari oranglain?” “Terus dia bilang apa sama lo?” tanyaku, semuanya sudah terlambat dan Arvin sudah mengatakan itu pad Kia, jadi mau bagaimana lagi. “Dia bilang...” *** “Aku gak ngerti, kamu lagi bercanda ya. Aku tahu itu nama kamu juga res, Ares Arvindo.” ucap Kia. “Gue

