Waktu berjalan semakin cepat, begitu juga dengan usia kandungan Chika. Semakin hari aku menghabiskan waktu untuk memenuhi semua yang Chika mau. Sesuai dengan permintaan dia yang ingin menjadi prioritas utama. Awalnya aku merasa ragu tapi bagaimanapun aku juga harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku perbuat di masa lalu. Hubunganku dan Kia juga baik-baik saja, selama ini saat aku tak bisa bertemu dengan dia, aku masih dengan alasan yang sama yaitu sibuk karena perkerjaan di kantor, beruntung bagiku saat memiliki pasangan seperti Kia karena dia cukup mengerti dengan pekerjaanku. Meski kenyataanya aku berbohong akan hal itu. Papa, sampai sekarang mempertanyakan hubunganku dan Chika. Aku masih dengan keputusan yang sama hanya bertanggung jawab pada calon anakku bukan bertanggung ja

