Berat. Berhadapan dengan wanita hamil dan itu adalah istri sendiri memang cukup berat. Bukan karena harus menggendong dia tapi berat karena keinginan Ibu hamil itu yang sama sekali tak wajar bagiku sebagai seorang suami. Bagaimana tidak, di kehamilan pertama ini, anak kami memang senang sekali membuat Ayahnya menderita. Bayangkan saja hari ini sudah sebanyak tiga kali Kia menyuruhku untuk pulang ke rumah sementara banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan. Lebih parahnya lagi setelah sampai di rumah, dia hanya memintaku untuk membuat s**u, menyicipi masakannya dan membelikan sabun mandi. Jika Arvin yang menghadapi semua itu, sudah di pastikan dia akan menghancurkan barang apapun yang berada di dekatnya. Seperti waktu itu.. *** Kehamilan Kia memasuki bulan kedua, baik aku maupun

