Sudah tujuh bulan usia kandungan Kia, perutnya begitu buncit membuatku gemas setiap kali melihatnya apalagi tubuh Kia yang memang begitu mungil. Semakin besar kehamilan Kia nafsu makannya juga semakin banyak membuat pipinya menjadi chubby dan dia terkadang kesal apalagi jika Arvin yang meledeknya dengan sebutan “gendut”. Jika sudah seperti itu maka Kia akan merajuk dan membuat kami harus berganti posisi dimana aku yang akan menenangkan dirinya. Meski begitu aku tahu bahwa Arvin begitu menyayangi anak yang ada dalam kandungan Kia. Buktinya dia sudah menyiapkan berbagai macam mainan terutama robot dan juga boneka yang berukuran cukup besar bahkan di saat bayi kita belum lahir. Ini semua karena kita sudah mengetahui jenis kelamin dari anak pertama kami bahkan bukan hanya satu tapi anak kami

