“Udah bisa bedain aku sama Arvin?” tanyaku, kali ini aku dan Kia tengah berada di toko buku, menemani dia yang mencari buku resep karena dia sedang belajar masak dan sedikit melirik novel yang berjajar di toko ini. Aku hanya menemani dia yang sedang memilih novel, setelah menemukan buku resep membuat kue tadi. “Udah dong, cara bicara aja beda.” balasnya tanpa melihat gue, dia sibuk dengan dua novel dengan judul yang berbeda yang berada di tangannya. “Kalau ngomong itu lihat lawan bicaranya, Yang.” “Nah ini, sama banget kaya Arvin.” Kia tertawa pelan menatapku yang saat ini malah terlihat kesal karena disamakan dengan si manusia es. “Beda Yang... aku Ares, dia ya manusia es.” protesku tak terima. “Ih,, gak boleh gitu, kalian itu satu tubuh lho.” ucap Kia padaku. “Iya iya, kamu

