"Arma?" Arma memandang wanita yang mengenakan rok terusan tanpa lengan berwarna krem itu. Dia lalu menatap ke pintu. Tidak terlihat ada orang lain yang hendak masuk. Kemudian perhatian Arma tertuju ke wanita cantik itu. "Temen lo?" Razi menatap Arma yang terdiam. Sementara Vezy menatap Arma dan pengunjung wanita itu bergantian. "Gue keluar dulu, ya!" Arma seketika berdiri. Vezy menatap Arma yang mendadak panik. "Kenapa, Ar?" "Ar, boleh ngomong bentar?" Wanita itu mendekati Arma. Arma menunduk dan berjalan menuju pintu. Saat berbelok ke kiri, dia melihat seorang lelaki yang tengah menggendong anak kecil. Kedua tangan Arma seketika terkepal. Dia berbelok ke arah kanan dan berlari menjauh. "Ikutin!" Vezy seketika berdiri dan mengambil tiga kantung belanjaannya. "Arma! Arma!" Pengunjun

