19-KIRIMAN

1603 Kata

“Salma!” Arma berjalan sambil menyeret kaki. Makin lama, kakinya semakin bengkak dan terasa sakit. Vezy udah membujuk untuk periksa, tetapi Arma tetap tidak mau. “Loh, kenapa?” Salma baru keluar kamar dan melihat kakaknya yang berjalan menyeret kaki. Dia mendekat dan membantu kakaknya itu ke kamar. “Kaki gue terkilir.” “Ko bisa, sih?” “Gue kurang hati-hati,” jawab Arma tidak ingin menceritakan apa yang terjadi. Adiknya itu parnoan. Jika sudah begitu pasti akan mengadu ke mamanya yang sama parnonya juga. Kemudian bisa jadi heboh karena kekhawatiran dua orang itu. Salma membantu kakaknya duduk lalu membantu kakinya agak berselonjor. Dia memperhatikan wajah Arma yang memerah dan agak berkeringat. “Yakin?” tanyanya. “Lo jatuh dari motor?” Arma mengangkat wajah. “Gue nggak bawa motor, ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN