Kepercayaan! Bisa diibaratkan dengan sebuah guci yang utuh. Indah dipandang dengan harganya yang relatif mahal. Orang-orang mempercantik rumah mereka dengan meletakkan guci di tempat-tempat tertentu, agar guci tersebut berfungsi seperti seharusnya dan jauh dari jangkauan kehancuran. Apabila guci yang indah tadi terjatuh dari tempatnya, maka akan hancur menjadi kepingan-kepingan kramik yang buruk. Seperti itu lah ibarat kepercayaan Cia kepada Elgan. Kepercayaan yang selama ini ia jaga kini hancur saat seseorang merusaknya, hancur berkeping-keping hingga tidak bisa lagi dibentuk seperti semula. Kepercayaan itu tidak secantik sebelumnya. Cia merutuki nasibnya yang sangat menyedihkan. Disela-sela tangisnya, Cia menepuk-nepuk dadanya yang terasa sakit, seolah terhimpit oleh sesuatu yang berat.

