Cia menangis terisak di dalam pelukan hangat Elgan. Pelukan yang sangat ia rindukan selama beberapa hari ini akhirnya dapat ia rasakan kembali. Dengan tangisan terisaknya, Cia membalas pelukan Elgan dan semakin menekankan kepalanya pada d**a bidang suaminya itu. Di depan mereka, Amora menatap keduanya dengan tatapan yang sulit dipercaya. mulutnya menganga dengan tangan yang terkepal erat. Apa-apaan ini? Pikirnya. Amora merasa sakit saat melihat Elgan memeluk wanita lain di tubuhnya, rasa itu seakan menyadarkannya jika semuanya telah berubah. Elgannya pasti telah banyak menjalani kehidupan baru tanpa dirinya. Hal itu membuat Amora semakin merasa sadar jika keputusannya dulu bukanlah pilihan yang tepat. Seharusnya dulu ia memilih tetap tinggal dan terus bertahan bersama Elgan walaupun sesu

