PINGSAN!

1075 Kata

Alang berlari menerobos hujan dan deru angin. Bayangannya hilang di antara kabut tipis dan rintik hujan. Berlari menuju pemakaman. Berdecak suara sepatunya menjejak tanah basah dan becek. Samar-samar bayangan orang duduk itu semakin jelas. Masih dengan posisi saat mereka tinggalkan tadi. Duduk terpekur menghadap gundukan makam. Alang semakin dekat. “Bang!” Suaranya melomba deru hujan dan halilintar. Laki-laki itu terkejut dan menoleh ke arahnya. Alang mendekat, lalu jongkok di hadapannya. Ramon hanya menatapnya. Keadaannya sudah basah kuyup. Sesekali ia berguncang kedinginan. “Bang, ayo, kembali ke kabin! Hujannya makin deras!” ucap Alang setengah berteriak. Karena deru angin menandingi suaranya. Ia menyeka air hujan yang melumuri wajahnya. Ramon menggeleng. “Nanti Abang sakit!” tambah Al

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN