SEMUA BERANTAKAN!

1155 Kata

“Maaf, Lang. Koreknya habis. Gara-gara kayunya basah. Saya kurang mahir bikin api,” terang Prayit merasa tak enak. Walau akhirnya perapian itu menyala juga. “Nggak apa-apa, Pak, yang penting udah nyala,” sahut Alang menenangkan. “Kalo nanti padam lagi gimana, Lang?” tanya Kikan tampak khawatir. “Ya, bikin lagi.” “Meski koreknya habis?” tegas Kikan. Alang mengangguk. “Kan kita masih punya ini!“ Alang menunjukkan vicky. “Pisau lipat itu?” tanya Kikan tak mengerti. “Namanya juga pisau serba guna!” terang Alang menarik lup yang tersimpan di slot pisau. “Yang penting ada kayu kering dan matahari,” tambah Alang meyakinkan. “Kalo mendung?” buru Kikan. “Pakai kayu kering!” jawab Alang serius. “Maksudnya?” “Dengan menggesekkan kedua bilah kayu!” terang Alang. “Pasti susah!” tebak Kikan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN