Secara pribadi, Lula tidak lagi mempermasalahkan akan jadi apa dia di masa depan. Yang penting bukan sesuatu yang buruk dan tetap bisa jadi kebanggaan Papa dan Mama nya. Makanya sejak awal Papa dan Mama menitipkan pesan untuk masuk kampus ini, Lula pun berusaha untuk tetap jadi yang terbaik di bidang yang dipilihnya. Meski dia sempat berpikir jika di masa depan tidak ada pekerjaan yang menarik, rasanya ia ingin jadi tukang kebun atau mengolah sawah peninggalan Aki Nini nya. Meskipun Papa pasti kurang menyetujui ide tersebut, tapi itu masih bisa dibicarakan. Tapi hari ini, rasanya runtuh semua keinginan, cita-cita dan bayangan masa depan yang sudah pernah disusunnya rapi di dalam kepala. Lula tak ingin mencari kambing hitam, tapi mengapa kesialan macam ini harus menimpanya? Dirinya sudah

