Gara-gara Ada yang Melompat

1930 Kata

Siap-siap sudah, mengeringkan rambut sudah, dan Gadis pun sudah datang lagi ke kamarnya. Waktu memang belum menunjukkan pukul delapan, tapi Gadis seperti gelisah sendiri. “Lo kenapa? Cacingan?” tanya Lula saat melihat Gadis yang terus menerus menggerakkan tubuhnya seperti orang joget tapi tidak begitu beraturan. “Hihi, kagak. Nggak sabar aja pengin cepet-cepet denger cerita nya Vincent tentang sohibnya cowok lo,” balas Gadis sambil menyeringai. Sambil menjemur handuknya lagi di tempat biasa, Lula hanya tersenyum mendengar jawaban dari sahabatnya itu. “Ya, udah mau berangkat sekarang?” Lula menawarkan ide. “Tapi kemungkinan kita nungguin lho di sana sampai Vincent dateng.” Gadis sudah bangun dan mengangguk. “Di sini atau di sana sama aja, Lul. Kita nunggu-nunggu juga. Mending di sana n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN