Saling terkait

1078 Kata

Gema dan Septian menunggu di pinggir lapangan, menyaksikan teman-temannya berlatih. Gema merindukan aroma lapangan hijau ini, ingin rasanya ia turun dari kursi roda lantas bergabung bersama yang lain memainkan si kulit bundar. Namun sayang, bisa berlari seperti itu lagi hanya mimpi baginya. Pemuda itu melirik Septian yang saat ini duduk di sebelahnya. Ada yang berbeda dari Septian hari ini. Dia lebih banyak diam, bahkan beberapa kali tertangkap basah tengah melamun. Septian juga tidak ikut berlatih seperti biasa, dengan alasan tidak enak badan. "Yan, kenapa?" Tak terdengar jawaban. "Kak, kenapa?" Lagi, Gema bertanya. Septian menoleh, tersenyum sekilas, lalu menggeleng. Permasalahan Gema sudah cukup pelik, jadi ia tidak ingin menambah beban di pundak anak itu. Berat memang, rasanya bar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN