Setetes asa dalam genangan luka

1190 Kata

Rahmi duduk menyendiri di halaman belakang rumahnya. Ini hari ketiga—pasca pulang dari rumah sakit—perempuan itu mengabaikan putrinya. Meskipun demikian, Kiara tak menyerah untuk mengajaknya bicara. Rahmi merasa kecewa dan turut sakit mengetahui apa yang dilakukan Kiara pada Abizar juga Gema. Sebagai seorang ibu, apakah hati Kiara sama sekali tak tersentuh melihat kondisi Gema? Jika saja hari itu ia berhasil menemui cucunya, satu hal yang pasti akan ia lakukan adalah minta maaf. "Bu, sampai kapan Ibu mau bersikap seperti ini? Kia pikir Ibu mau mengerti kenapa Kia begitu. Rasa sakit ini enggak pernah berubah, Bu. Bahkan bertambah ribuan kali lipat rasanya saat Kia melihat anak itu." Wanita sepuh itu tetap tak bersuara. Membiarkan Kiara berceloteh mencari pembenaran atas apa yang dilakuka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN