Gema tak bersuara saat sang ayah mendorong kursi rodanya berkeliling menyusuri sudut-sudut rumah sakit. Aroma antiseptik, pun suara riuh rendah pengunjung yang tak berhenti sepanjang perjalanan sebenarnya membuat anak itu sedikit tidak nyaman, tetapi ayahnya tampak enggan untuk berjeda sejenak. Namun, Gema tersadar penuh saat kursi rodanya menjejak area poliklinik spesialis yang terletak di lantai dua. Kepala anak itu mendongak; memindai selinkar, menatap sendu papan berukuran sedang yang terpatri di depan masing-masing pintu. Hemato-onkologi, bedah onkologi, THT-KL dan lainnya——begitu yang tercatat pada papan tersebut. Beberapa pasien meringkuk di ranjang dorong dengan air muka layu. Ada pula yang mengobrol, dari pembahasan sederhana mengenai tempat tinggal, sampai hal rumit terkait peny

