Hingga menyongsong pagi, efek pasca operasi belum juga hilang. Abizar sampai tidak tega membangunkan putranya lagi karena takut Gema masih akan merasakan ketidaknyamanan yang sama. Namun, jam yang terpatri di dinding sudah menunjukkan pukul 09.00, di mana Gema sudah harus menghabiskan makanan yang telah disediakan pihak rumah sakit. "Ge, bangun dulu, Nak." Gema tak bergerak sama sekali, bahkan setelah Abizar memberikan sentuhan kecil. Abizar berusaha memahami, mungkin Gema memang lemas setelah aksi muntahnya sekitar dua jam yang lalu. Padahal, apa yang berhasil ditelannya hanya air mineral juga s**u yang diberikan bergantian—itu pun jumlahnya tidak seberapa—, tetapi tetap saja Gema merasa mual. "Ge, bangun." Anak itu menggeliat pelan, lantas menenggelamkan tubuhnya semakin dalam di bal

