Insiden

1317 Kata

Gema menurunkan pandangannya, menatap lekat kaki kanannya yang semakin membengkak. Selaras memang dengan intensitas nyeri yang meningkat pula setiap harinya. Monster itu boleh memakan habis tubuhnya, tetapi tidak dengan semangatnya. Terkadang, melihat teman-temannya bercanda sambil berlarian seperti sekarang, membuat Gema iri. Bagaimanapun ia pernah ada dalam posisi itu ... dulu. Hingga sekali lagi Tuhan berbaik hati mengingatkannya; bahwa di dunia ini bahkan banyak yang tidak pernah tahu seperti apa rasanya memiliki kaki. Gema harus bersyukur karena ia pernah merasakannya, walaupun singkat. "Hallo, ganteng." Gema terkesiap. "Kak Uli. Bikin kaget aja." Rossa berjongkok di samping kursi roda Gema dengan alis bertautan. "Kak Ulli?" tanyanya bingung. "Iya, Tiana Rossa Ullina. Lebih enak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN