prolog
"Kamu itu anak yang gak berguna!!
Bisa nya cuman maluin keluarga!, lihat adek kamu.
dia selalu banggain keluarga, gak kaya kamu bisanya cuman nyusahin!!"
"Bisa gak sih papah gak bandingin aku sama Arka?! ARSHA JUGA ANAK PAPAH KAN?! tolong hargai usaha aku pah."
"Usaha apa?! Kamu gak pernah bisa bikin papah bangga, kamu cuman bisa bikin papah malu di depan semua orang!!"
"Kamu itu cuman beban di keluarga saya!! Kamu anak yang gak berguna!!"
•••
"Mah, tolong jangan tinggalin Arsha mah."
"Maafin mamah nak"
"Jangan pergi mah"
"Mamah pergi gak lama kok, mamah bakal sering hubungin kamu"
"Janji."
"Iya, mamah janji."
Bulshit — Arsha.
•••
" Sya, aku boleh minta sesuatu sama kamu gak?"
"Boleh kak"
" Janji, jangan pernah ninggalin aku sampai kapan pun."
"Iya, karna kita sahabat!."
" Bukan, karna kamu adalah cahaya di hidup aku."
•••
" Sya, gua suka sama lo"
"Tapi gua nggak Al"
" Bohong! Jangan pernah bohongin perasaan diri sendiri! "
"Jauhin gua Al"
" Gak akan!, gua akan selalu ada di samping lo! "
" Jauhin gua Alex!!"
"Kenapa? Kenapa gua harus jauhin lo?!"
" Lo akan kecewa sama gua Al."
•••
" Pah, tolong peluk aku untuk pertama dan terakhir kalinya."
" Papah akan selalu peluk kamu sayang, ayok cepet sembuh."
" Aku ijin pamit pah, makasih udah mau peluk aku."
" Kamu gak boleh pergi!!, maafin papah."
•••
Seorang anak perempuan berumur 11 tahun sedang menaiki sepeda, sebut saja Kenzie. Dia bosan berada di rumah percuma saja jika dirinya di rumah tapi keluarganya selalu menganggap dirinya tidak ada.
Bruk!
Dia terjatuh dari sepeda nya, dia melihat bagian lutut yang terluka. Dia tersenyum miris sambil menatap darah yang terus mengalir dari lututnya.
" Kamu kenapa?" Tanya seorang anak laki-laki berumur 12 tahun. kenzie mendongak lalu tersenyum simpul ke arahnya
" Jatuh dari sepeda " Jawabnya. Anak itu pun membantu kenzie berdiri dan memperhatikan bagian lututnya yang terluka
"Ayok ke atas biar aku obatin luka kamu" Kenzie mengangguk dan mulai menaiki rumah pohon
Mata nya berbinar setelah melihat pemandangan dari atas, sangat indah. bahkan dia baru pertama kali melihat pemandangan yang indah dan angin yang sejuk.
" Ini rumah pohon punya siapa kak? "
" Ini punya aku, sini biar aku obatin lutut kamu " dia memegang lutut kenzie dan mulai meneteskan cairan obat merah, sesekali kenzie meringis karna rasa perih
" Perih kak "
" Nah, udah. " Ujarnya sambil tersenyum ke arah kenzie
"Makasih kak"
"Sama-sama, nama kamu Kenzie kan? "Tebak anak laki-laki itu, kenzie langsung mengangguk
"Kok bisa tau?"
"Kita kan satu sekolah" Kenzie terkejut mendengar itu, tapi dirinya tidak pernah melihat wajah anak laki-laki tersebut
"Tapi aku gak pernah liat kakak di sekolah" Ucapnya sambil menatap ke arah depan
"Kita beda kelas, aku kakak kelas kamu. panggil aku angga." Kenzie mengangguk, lalu melirik ke arah pergelangan tangannya sudah pukul 16.00
Dia melirik ke arah samping dan bertanya kepada angga
"Kakak gak pulang?" Angga hanya menggeleng pelan
"Kenapa?" tanya Kenzie penasaran. Angga menoleh lalu tersenyum simpul
"Asal kamu tau, rumah aku bagai neraka."
"Neraka? Panas dong banyak apinya"
"Gak gitu, kamu gak akan ngerti. Kamu masih kecil"
" Hih! Aku udah gede " Ucapnya sambil mengembangkan kedua pipinya.
Angga terkekeh melihat wajah milik kenzie yang menggemaskan lalu mencubit kedua pipinya
" Kamu gemesin, udah sana pulang ada yang nunggu tuh" Ujar angga sambil menunjuk ke arah bawah.
Sudah ada pengasuhnya di sana sambil meneriaki nama dirinya
" Iyaa makasih dah obatin luka aku kak" Ujarnya sambil berdiri
" Sama-sama cantik " Jawab angga yang sedari tadi memperhatikan kenzie menuruni anak tangga.
Sejak saat itu kenzie memiliki teman laki-laki ya walaupun bukan yang pertama kalinya, tapi angga cukup baik baginya.
Mereka sangat akrab setiap hari selalu bermain bersama hampir setiap hari, saat mereka berdua menginjak sekolah SMP semuanya baik-baik saja pertemanan mereka sangat lah dekat.
Kadang kenzie selalu bertanya-tanya kenapa dia kadang melihat wajah angga yang penuh dengan luka lembab
Sore ini sepulang sekolah kenzie mengunjungi rumah pohon milik angga dengan membawa makanan
Lagi-lagi dia melihat terkejut melihat wajah tampan milik angga penuh dengan luka lembab
" Loh muka kak angga kenapa? Kok banyak luka?" Tanyanya khawatir. Angga menggeleng sambil tersenyum ke arahnya
"Gak papa, udah biasa kok." Jawabnya santai.
Kenzie membulatkan matanya karna terkejut mendengar jawaban angga. Gak papa katanya? Sudah jelas bahwa wajahnya terluka
" Aku obatin ya kak" Tawarnya sambil mambuka kotak obat.
Kenzie mengobati Angga dengan sangat hati-hati dan sangat telaten. Angga hanya menatap wajah milik kenzie yang sangat dekat
Pandangan mereka bertemu selama beberapa menit mereka berkontak mata
" Zie, aku boleh minta sesuatu gak? " Tanyanya sambil menatap wajah milik kenzie dengan lekat
" Boleh, mau apa? "
Angga mengacungkan jari kelingking nya ke udara sambil menatap manik mata milik kenzie
"Janji, jangan pernah tinggalin aku ya"
Kenzie mengangguk dan menautkan jari kelingking nya dengan Angga dan tersenyum ke arah Angga
" Iya, janji karna kita sahabat selamanya."
Angga menggeleng dan mendekatkan wajahnya ke arah telinga Kenzie
" Bukan, karna kamu adalah cahaya di hidup aku" Bisiknya.
Kenzie terdiam kaku dia mencoba mencerna perkataan yang Angga ucapkan barusan. Detak jantungnya berdetak dengan kencang
•••
Di sore hari yang cukup cerah di lapangan SMA Bhina sakti sedang banyak siswa-siswi berkerumun
Sebelum pulang mereka melihat aksi Angga- ketua geng motor Nevelas, dia sedang menembak seseorang perempuan yang sangat dia sayangi sebut saja Arsha.
Angga berjongkok di hadapannya sambil memegang kedua tangan milik Arsha, dia tersenyum manis ke arahnya.
"Sya, ijinin gua untuk kesekian kalinya gua nembak lo, sekali lagi. kalo ini gagal, gua bakal berenti ngejar lo."
Arsha hanya menunduk dia sekarang merasa malu karna di tonton banyak siswa-siswi, sudah beberapa kali Arsha selalu menolak cinta Angga tapi Angga tidak patah semangat untuk terus mengejar cinta Arsha
alasan Arsha menolaknya karna Arsha tak ingin hubungan persahabatan mereka hancur jika suatu saat nanti hubungan mereka kandas
Angga menyayangi Arsha begitu pun dengan Arsha.namun, Arsha hanya menganggap Angga sebagai kakak nya tidak lebih.
Sedangkan Angga menyayangi Arsha melebihi seorang kakak ke adiknya dia ingin memiliki Arsha karna Angga tau bahwa mereka berdua mempunyai luka yang sama, yaitu.
Kurang kasih sayang dari orang tua dan selalu di anggap remeh oleh keluarganya.
Angga percaya jika mereka berdua bersatu mungkin hidup mereka akan lebih berwarna tidak abu-abu.
"Will you be mine?" Ujar Angga sambil menatap manik mata milik Arsha dengan lekat
"TERIMA"
"TERIMA"
"TERIMA"sorak semua siswa-siswi kepada Arsha dan Angga
Mereka hanya bisa berharap semoga Arsha dan Angga jadian.
Arsha hanya diam lalu menunduk
"sorry can't"jawab nya lalu menarik tangan dan berlari ke arah gerbang
Angga hanya menatap nanar punggung Arsha yang mulai menjauh semua siswa-siswi membuang napas kecewa mereka sudah menunggu Arsha dan Angga menjadi pasangan kekasih karna mereka terlihat sangat cocok.
'Okey, kalo lo gak bisa jadi milik gue. gak akan bisa orang lain dapetin lo Arsha kyle jhonson' batin Angga
lalu dia membuang buket itu ketempat sampah dan berjalan ke arah parkiran dengan muka menahan marah.