Adit sudah membawa Arsha ke rumah sakit, dan gadis itu kini sedang di tangani oleh dokter. Ia berharap tidak ada berita yang menyakitkan mengenai keadaan gadis itu Ia duduk di kursi depan ruangan Arsha. Menyenderkan kepalanya ke tembok dengan mengatur napasnya dan memejamkan matanya sejenak Menenangkan pikiran nya, tak lama handphone miliknya berbunyi. Segera ia merogoh sakunya dan melihat siapa yang menelfonnya di keadaan seperti ini Tertera nama 'Alya' sang kekasih. Menghela napas sebelum menggeser tombol hijau itu Mendekatkan handphone nya ke telingga. Belum ia berbicara sepatah kata pun gadis di sebrang sana sudah mengoceh panjang lebar “ADIT!! KAMU KOK PERGI SAMA KAYLA!?? KEMANA COBA?” Adit memejamkan matanya sejenak, sebenarnya ia malas untuk berbicara. Namun sebisa mungkin ia

