“Elise,” bisik sosok hitam itu dan membuatku menegang. Kenapa dia menyebutkan nama Ibu. Seketika pikiranku bekerja dengan cepat dan saat menemukan jawabannya, aku merasa begitu girang karenanya. “Kakek!” seruku saat melihat sosok tua berambut putih itu. “Ini aku, kek. Ilona anak Elise,” ucapku lagi lebih jelas. Sesaat kami saling diam dan tidak bisa berkata-kata. Aku dengan berbagai pikiran di kepalaku dan rasa tidak percaya karena akhirnya bisa bertemu dengan Kakek yang selama ini kuanggap telah tiada. “Elise adalah nama Ibuku. Aku Ilona Montgomery. Kau pasti Xonuds, Kakekku,” kataku saat mata Kakek masih melihatku penuh tanda tanya. “Kau cucuku?” tanyanya tidak yakin. Aku mengangguk sambil tersenyum. “Oh! Kemarilah cucuku! Aku tidak menyangka jika masih bisa bertemu dengan cucuku di

