48. Rencana Penyerangan

2152 Kata

Tubuhku terasa nyeri dan rasa tidak nyaman seperti menusuk-nusuk kulitku. Aku meringis saat menyadari ternyata ada beberapa luka gores di sekujur tubuhku, seperti luka akibat benda tajam. Apa mungkin luka karena cermin tadi. Aku mengedarkan pandanganku dan tanganku kemudian meraba ke tanah yang sedang aku duduki saat ini. Ah! Kali ini semuanya benar-benar nyata, aku bisa menyentuh lantai di rumah tua yang terasa dingin ini dan udara yang masuk ke pernapasanku juga terasa lebih segar dibanding sebelumnya. Tapi…di mana Kakek? Mataku berputar mencari sosok berambut putih itu. Tidak ada Kakek. Tidak mungkin jika dia tidak berhasil keluar dari dunia cermin. “Kakek!” teriakku sekeras mungkin, berharap dia terlempar ke tempat yang jauh. Asal dia bisa keluar dari dunia cermin, aku sudah sangat l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN