20. Karena Kemauannya

1615 Kata

Yang terlihat oleh mataku hanya kegelapan. Semakin aku berusaha mencari sumber cahaya, yang terlihat lagi-lagi hanya gelap. Tubuhku terasa ringan, bahkan rasanya saat ini aku seperti sedang melayang-layang di udara. Mulutku yang dari tadi berusaha meneriakkan sesuatu juga seperti tidak terdengar apa-apa. Di mana sebenarnya ini? Kegelapan semakin membuatku ketakutan sampai akhirnya seberkas cahaya membuatku merasa sedikit lega. Dengan langkahku yang semakin cepat, aku bergegas mengejar sumber cahaya itu. Ah! Tapi di sini terlalu terang, aku sampai tidak bisa melihat apa pun karena cahaya yang terlalu menyilaukan. Aku mengerjapkan mata beberapa kali sampai cahaya yang silau itu mulai terbiasa di mataku. Aku kembali bertanya pada diriku sendiri di mana sebenarnya aku saat ini? Mataku men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN