Mata Logan membesar, tatapannya terlihat tajam dan penuh kemarahan. Aku yakin, sulit baginya untuk menerima hal yang telah bertahun-tahun diyakininya sebagai sebuah kebenaran. Aku sendiri juga sebenarnya tidak mengerti kenapa aku gang diberi kesempatan untuk melihat apa yang terjadi di masa lalu orang tua Logan. Hal yang terasa sulit dipercaya, tapi aku sangat yakin jika semua yang kulihat di dimensi waktu yang berbeda itu adalah sebuah kenyataan. "Semuanya dilakukan ibumu karena ingin menunjukkan pada ayahmu jika semua tuduhannya tidak benar," kataku lagi. Wajah Logan masih terlihat menegang, rahangnya mengeras dan dia mengatupkan mulutnya tanpa berbicara sepatah kata pun. Aku mengelus punggungnya dengan lembut, mungkin saja cara ini akan bisa membuatnya merasa sedikit lebih tenang. "T

