"Kapan terakhir kali kau ke sini?" tanyaku sambil mataku tak lepas memandang isi kamar bawah tanah yang kali ini suasananya terasa temaram karena hanya mengandalkan sebuah lampu penerang. "Sudah lumayan lama sepertinya. Aku tidak pernah lama ke sini karena hanya untuk mengecek keadaan," sahutnya. "Siapa saja yang tahu ruang bawah tanah ini?" "Hanya aku dan sekarang bertambah satu orang, yaitu kau," jawabnya. "Aku tidak menyangka ada ruang bawah tanah yang seperti ini. Rasanya seperti sedang berada di kamar biasa, bukan di bawah tanah," ucapku. "Dulu ayahku yang membuat ruang bawah tanah ini untuk ibu. Tapi ruang bawah tanah ini belum selesai saat ibu tiada dan ayah pun tidak meneruskan pekerjaan membuat ruang bawah tanah ini lagi," ceritanya. "Jadi kau yang menyelesaikan ini semua?"

