25. Pondok Tua

1667 Kata

Derap langkah kaki Logan terdengar mendekat. Jantungku berdebar dengan kencang tapi tetap saja aku tidak bisa pergi dari tempat ini karena rasanya seluruh tubuhku menjadi kaku dan tidak bisa bergerak. "Ada apa, Ilona?" Logan muncul dengan wajah cemas. Dia menatapku dari kepala hingga kaki. "Burung gagak itu," ucapku terbata sambil menunjuk ke arah burung gagak tadi bertengger. "Burung gagak?" tanya Logan dengan wajah bingung. "Tidak ada burung gagak di sini, Ilona. Kalau pun ada, tidak ada yang perlu ditakutkan dari seekor burung gagak," ucapnya berusaha menenangkanku. "Ta...tapi, itu burung gagak yang sama dengan yang berada di jendela kamar beberapa hari lalu," ucapku terbata. Kening Logan terlihat berkerut. Ah! Sepertinya ucapanku terdengar sangat tidak masuk akal. "Aku tahu, ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN