24. Gagak Hitam

1522 Kata

Aku menatap Logan untuk beberapa saat sampai akhirnya Logan menepuk lenganku perlahan untuk menyadarkanku. "Ini hanya kebetulan, jangan berwajah tegang seperti itu," ucapnya dengan lembut. Justru menurutku, ini bukan sebuah kebetulan. Bagaimana bisa aku dan ibunya merasakan hal yang sama terhadap Marigold? "Tidak, aku harus mengetahui ada apa sebenarnya dengan Marigold," ucapku dengan wajah serius. Logan terlihat menarik napas panjang dan terlihat tidak dengan ucapanku. "Apa yang membuatmu merasa tidak nyaman pada Marigold?" tanyanya. "Dia berpura-pura baik di hadapanku tapi kenyataannya, semua ucapannya adalah sindiran untukku. Aku tidak mengerti kenapa dia harus menyindiriku. Jika memang tidak menyukaiku, bukankah dia tinggal menghindariku saja dan tidak perlu berbasa-basi seperti it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN