Wajah Hanna terlihat menegang sesaat sambil menatapku. Aku tidak tahu apa tebakanku kali ini tepat karena mulutku seperti berbicara sendiri dan tidak bisa kukendalikan. “Aku…aku….” Hanna terdiam dan menundukkan wajahnya. “Benarkah jika Marygold yang pernah mengancammu, Hanna?” tanya Logan dengan suara beratnya. Pelan tapi pasti aku melihat anggukan pelan darinya. Napasku tertahan, artinya selama ini kecurigaanku padanya sangat beralasan. Apa mungkin karena darah seorang penyihir putih mengalir padaku sehingga aku perasaanku selalu tidak nyaman saat berhadapan dengan Marygold karena jauh di dalam hatiku aku sudah tahu jika dia memiliki maksud tidak baik. “Aku sama sekali tidak menyangka hal ini,” ucap Logan sambil dengan wajah tegang. “Ba…bagaimana Yang Mulia Ratu bisa menebak semua ini

