Wajah Hanna seketika memucat. Dia dan Hugo yang dari awal sudah terlihat tegang karena kedatangan kami bertambah tegang setelah Logan menyelesaikan ucapannya. "Maaf Yang Mulia, apa yang ingin kau ketahui tentang mendiang Ratu?" tanyanya dengan suara bergetar. "Aku begitu merindukannya dan begitu ingin mendengar apa pun tentangnya,” sahut Logan sambil menerawang. “Rasanya sudah lama sekali kami terpisah jauh dari kehidupan kerajaan. Tidak pernah ada seorang pun yang pernah membicarakan mendiang Ratu padaku sampai akhirnya putri kami satu-satunya bekerja di istana dan saat itu aku kembali mengingat sosok mendiang Ratu. Bagaimana raut wajahnya, bagaimana senyumnya, dan semua hal yang berhubungan dengannya. Katakanlah aku begitu egois dan ingin menyimpan semua kenanganku tentang ratu seoran

