Empat bulan berlalu. Perut Naura kini sudah mulai kelihatan membuncit. Walau tengah hamil, tetapi tak membuat Naura berhenti bekerja di restoran. "Sehat-sehat di sana, ya, Sayang. Maafin mama yang kadang suka kecapekan bekerja. Mama harus tetap kerja keras, supaya bisa memenuhi kebutuhan kita. Tetapi kamu tenang aja, mama akan tetap jaga kesehatan dan istirahat yang cukup," lirih Naura sambil mengelus perutnya. Wanita itu kini tengah berbaring di ranjang, ia baru saja pulang dari restoran. Perhatian Naura lalu teralih pada foto ayah dan ibunya, serta Bu Sandra. Naura mengambil kedua foto itu dan menatapnya sendu. Terbesit kerinduan pada ketiga orang tersebut. Kadang Naura berharap, di saat tidurnya ia memimpikan mereka agar bisa melepas rasa rindunya. Naura mengusap kedua foto itu. "Be

