Sesampainya di kontrakan, Naura langsung menelepon bosnya untuk izin tidak masuk hari ini, ia berbohong mengatakan kalau dirinya sakit. Wanita itu kini duduk di teras kontrakannya sambil meneteskan air mata. Ia menunduk menatap perutnya sembari mengelusnya. "Sepertinya Mas Aril udah tahu kalau aku hamil anak dia. Dia pasti akan lebih keras lagi untuk memaksa aku pulang." "Maafin mama, ya, Nak. Mama mungkin egois karena memisahkan kamu dengan papa kamu. Mama belum siap untuk kembali lagi sama papa kamu," lirih Naura seraya mengusap perutnya. "Lho, Naura. Kamu nggak jadi berangkat kerja?" tanya Hana yang tiba-tiba keluar dari kontrakannya. Naura buru-buru menghapus air matanya lalu menoleh pada Naura. "Aku balik lagi. Tiba-tiba aku ngerasa gak enak badan," kilah Naura. Namun, entah ken

