Aril kini menunggu Naura di dalam mobilnya. Begitu melihat istrinya itu telah pulang dengan naik ojek online, ia bergegas turun dari mobil. Aril menahan tangan Naura yang berjalan terburu-buru hendak memasuki kontrakan, wanita itu seperti ingin menghindar darinya. "Lepasin!" Naura menyentak tangan Aril. "Apa nggak capek anda ganggu saya? Saya juga pengen hidup bahagia Mas Aril, tolong jangan temui saya lagi. Melihat anda di sini membuat saya kembali terluka," cecar Naura kasar. "Saya nggak bermaksud mengganggu kamu. Saya hanya ingin maaf dari kamu dan kita kembali lagi bersama. Saya mencintai kamu, Naura." "Omong kosong! Dulu Mas Aril juga pernah bilang cinta ke saya, tapi nyatanya apa? Anda menuduh saya menjual diri ke Mas Gavin. Anda lebih percaya perkataan Mas Gavin dari pada perkat

