Bab 44

1792 Kata

Malam menyapa. Naura memasuki kamar. Ia berdiri di ambang pintu, memperhatikan Aril yang kini tengah senyam-senyum di ranjang sambil bermain handphone. Naura mendekat. "Mas Aril, lagi ngapain sampe senyum-senyum gitu?" tanya Naura. Aril menoleh. "Nggak ngapa-ngapa, kepo deh," balas Aril sambil tersenyum lebar lalu fokus lagi ke handphone-nya. Naura terdiam menatap Aril curiga. Ia penasaran apa yang dilakukan Aril di handphone tersebut. Apa mungkin Aril ada main di belakangnya? Naura kepo, tapi ia tak berani bertanya atau pun merebut handphone Aril. Mereka baru saja baikan. Naura takut Aril tak suka dengan sikapnya yang kepo atau ingin tahu berlebihan semua tentang suaminya itu. Naura merebahkan badannya di ranjang, membelakangi Aril. Wanita itu tidak mengatakan apa-apa lagi. Aril meno

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN