bc

Mengandung Anak Sang Idola

book_age18+
124
IKUTI
1.6K
BACA
forbidden
love-triangle
one-night stand
HE
escape while being pregnant
opposites attract
second chance
pregnant
powerful
doctor
heir/heiress
blue collar
drama
tragedy
sweet
bxg
bold
city
office/work place
friends with benefits
polygamy
actor
like
intro-logo
Uraian

WARNING‼️ 21+

Zaveera Camilla, seorang pengacara muda yang cerdas, harus menghadapi kehancuran hidupnya setelah satu malam tak terduga bersama Matteo De Luca, aktor tampan keturunan Italia. Sebuah kesalahpahaman membuat Zaveera melarikan diri ke Paris, membawa serta rahasia besar—kehamilan yang mengubah segalanya.

Di Paris, Zaveera berusaha keras membangun kembali hidupnya. Dalam perjalanan tersebut, ia bertemu Zayd Leclair, seorang dokter bedah ternama yang menerima dirinya, termasuk masa lalunya. Sementara itu, Matteo tak pernah berhenti mencari wanita yang tiba-tiba menghilang dari hidupnya, bertekad menemukan jawaban dari kehilangan yang membekas.

Beberapa tahun berlalu hingga akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, ketika Zaveera mulai membuka hati untuk Zayd demi masa depan anaknya, Matteo kembali hadir, membawa harapan untuk cinta yang dulu sempat hancur.

Kini, Zaveera dihadapkan pada keputusan sulit. Akankah ia memilih cinta lama yang pernah menyakitinya, atau cinta baru yang menawarkan masa depan penuh kehangatan untuk dirinya dan anaknya?

Temukan jawaban dari perjalanan emosional ini dalam kisah mereka yang penuh dengan dilema dan harapan.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1. Malam Kehancuran Zaveera
WARNING!! 21+ Mohon bijak dalam membaca . . . “A...aku akan menghubungi layanan medis” ucap Zaveera dengan gugup. Matteo membuka matanya secara perlahan. “Tidak perlu, tolong bawa aku ke kamar itu” ucapnya sembari menunjuk sebuah pintu kamar. Dengan ragu-ragu, Zaveera mencoba untuk memapah tubuh Matteo. “Maaf. Aku harus menyentuhmu. Aku… aku tidak ada niat yang buruk, kok” ucapnya dengan gugup sembari berusaha menahan beban tubuh Matteo. Matteo tampak sangat tidak nyaman, ia merasa hasratnya menggebu-gebu saat tangannya bersentuhan langsung dengan kulit Zaveera. Rasa panas dan ketidaknyamanan yang dirasakannya membuatnya sulit konsentrasi, dan ia merasakan sesuatu yang bergejolak dari balik celananya. Sedangkan Zaveera tak tahu apa-apa, merasakan betapa beratnya tubuh Matteo, tetapi dia tidak membiarkan dirinya menyerah. Zaveera membuka pintu dan membantu Matteo masuk ke kamar yang nyaman. Dengan lembut, Zaveera memandu Matteo untuk duduk di ranjang dan membantunya bersandar. Saat ia melihat Matteo merasa kepanasan, tanpa disuruh, Zaveera menyalakan AC. "Sebaiknya kamu istirahat sekarang," kata Zaveera, dengan lembut sembari mengatur suhu AC-nya. "Aku akan di sini jika kamu membutuhkan sesuatu." Matteo memandang Zaveera dengan mata yang penuh rasa terima kasih namun ada perasaan aneh yang dia tahan. Matteo kini yakin jika Clara memasukkan obat perangsang ke dalam wine yang dia minum sebelumnya, ditambah kehadiran perempuan membuat hasrat yang dia tahan semakin menggebu-gebu. Sebelum Zaveera melangkahkan kakinya menuju sofa yang ada di dalam kamar Matteo, Matteo tiba-tiba menarik tangan Zaveera sehingga tubuh Zaveera jatuh ke atasnya. Keduanya saling menatap, tatapan Matteo yang penuh hasrat bertemu dengan mata Zaveera yang melotot kaget saat merasakan sesuatu yang keras menyentuh pahanya. Dalam sekejap, suasana di ruangan itu terasa lebih intens. Mereka saling bertatapan, seolah-olah melalui tatapan itu mereka bisa merasakan ketegangan yang terpendam di antara mereka. Jantung Zaveera berdegup kencang, dan rasa gugupnya berubah menjadi ketidaknyamanan yang tidak bisa diabaikan. Matteo mulai bergerak dan meletakkan kedua tangannya di belakang kepala Zaveera. Matteo kemudian menarik kepala Zaveera dan hidung mancung mereka hampir saling menyentuh. Tiba-tiba insting Zaveera memberi sinyal bahaya. Tanpa berpikir panjang, Zaveera segera mencoba untuk bangkit dari posisi intimnya dengan sang idola. “Maaf, Matteo, aku... aku rasa aku harus pulang sekarang,” ujarnya dengan suara bergetar, mencoba menjaga jarak dan menenangkan dirinya. Matteo tampak terkejut, matanya masih terkunci pada Zaveera dengan tatapan yang campur aduk antara kebingungan dan nafsu. “Maaf. Aku hanya... aku tidak bermaksud membuatmu merasa tidak nyaman tapi aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Setelah mengatakan itu, Matteo menarik kembali kepala Zaveera dan mencium bibir Zaveera dengan brutal. Zaveera berusaha keras untuk melepaskan tautan bibir mereka namun gagal, Matteo menyesap bibir Zaveera dengan rakus. Zaveera tak habis pikir, ia mencoba menendang kaki Matteo untuk membuatnya sadar namun gagal lagi. Matteo mengunci kaki Zaveera dengan mudahnya. Air mata Zaveera mulai mengalir, dan meskipun ia berusaha menahan, kekuatan Matteo terlalu besar untuk dilawan. Matteo melepaskan ciumannya dari bibir Zaveera dan beralih ke lehernya, meninggalkan tanda merah di sana. Merasa kurang nyaman, Matteo berbalik dan menempatkan Zaveera di bawah tubuhnya. Melihat kesempatan, Zaveera akhirnya memohon sambil terisak, "Hiks. Matteo, kamu harus sadar. Kumohon, lepaskan aku." Matteo seakan menulikan telinganya karena hasratnya sudah tak bisa ia tahan lagi. Ia menjamah seluruh tubuh Zaveera dengan nafsu yang menggebu-gebu dan Zaveera hanya bisa menangis dan tubuhnya sudah lemah untuk melawan, karena ia tahu itu hanya sia-sia saja karena Matteo tidak mempedulikannya. Ia tak menyangka bahwa pertemuan pertamanya dengan sang idola, ia akan mendapatkan perlakuan yang bahkan tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Walaupun ia sangat terpesona oleh Matteo, namun tidak ada pemikiran negatif atau tidak senonoh sedikit pun terhadap idolanya itu. Matteo menanggalkan seluruh pakaiannya sebelum ia melakukan hal yang sama dengan gaun Zaveera. Air mata Zaveera terus mengalir selama Matteo menelanjanginya dengan paksa. “Aaaargh…sakit!” pekik Zaveera kesakitan sembari mencengkeram lengan kekar Matteo, merasakan penderitaan yang hebat ketika Matteo memaksakan benda pusakanya yang megah nan keras itu masuk. Malam itu menjadi saksi kehancuran terbesar dalam hidup Zaveera. Kesucian yang selama ini dia jaga direnggut paksa oleh idolanya sendiri. ******* Zaveera membuka matanya secara perlahan, merasakan seluruh badannya terasa sakit dan nyeri dibagian tertentu. Setelah beberapa detik, dia sepenuhnya sadar dan segera menyadari situasi di sekelilingnya. Matanya beralih ke arah pria yang tertidur pulas di sampingnya. Pria itu terlihat sangat damai, tapi untuk Zaveera, situasi ini adalah mimpi buruk yang nyata. Zaveera mengerang dalam diam saat kesadaran penuh mulai kembali. Seluruh tubuhnya terasa kaku, dan rasa sakit di pinggang dan pahanya terutama dibagian inti tubuhnya mengganggu gerakannya. Dia memandang pria itu dengan penuh rasa campur aduk—antara kekaguman dan kebencian. Satu hal yang jelas adalah sesuatu yang sangat berharga, kesucian yang telah ia jaga dengan baik untuk suaminya di masa depan, sekarang sudah direnggut secara paksa oleh pria tersebut. Dengan hati-hati, Zaveera menggeliat keluar dari selimut yang membungkusnya. Setiap gerakan terasa menyakitkan, dan dia berusaha untuk tidak membuat suara agar tidak membangunkan pria yang tertidur itu. Dia menggigit bibirnya, berusaha menahan isak tangis yang mengancam untuk keluar. Saat dia berdiri dengan gemetar, matanya masih terpaku pada sosok Matteo. Rasa kekaguman yang selalu ia rasakan saat dekat dengan Matteo berubah menjadi rasa benci dan penuh amarah. Rasa sakit emosionalnya melebihi rasa sakit fisik yang dia rasakan. Zaveera merangkak perlahan memungut pakaiannya, berusaha untuk tidak mengganggu pria yang sedang tidur. Dia merasa gelisah dan cemas, berpikir tentang bagaimana semua ini bisa terjadi. Dia hanya ingin meninggalkan tempat ini secepat mungkin, tanpa meninggalkan jejak atau menyebabkan masalah lebih lanjut. Setelah mengenakan kembali pakainnya, Zaveera memandang Matteo yang tidur dengan penuh kesedihan. Dia tahu bahwa kejadian ini akan menjadi titik balik dalam hidupnya. Dengan air mata di matanya, dia menarik napas dalam-dalam dan segera keluar dari kamar itu. ******* Sesampainya di apartemennya, Zaveera hampir berlari menuju kamar mandi. Setiap langkah terasa berat, seolah dia membawa beban yang sangat besar di bahunya. Begitu sampai di kamar mandi, dia segera menutup pintu dengan keras, seolah berusaha memisahkan dirinya dari seluruh dunia di luar sana. Dengan tangan bergetar, Zaveera membuka keran air dan membiarkan air hangat mengalir. Tanpa membuang waktu, dia mulai melepaskan pakaiannya, mencampakkan setiap potongan kain ke lantai. Air hangat yang mengalir membasahi tubuhnya, mencoba menghapus noda-noda fisik dan emosional yang menempel padanya. Dia tidak bisa menahan isak tangis yang terdengar nyaring di ruang kecil itu. “Hiks. Aku sudah menjadi perempuan kotor” isak tangis Zaveera seirama dengan gemercik air yang keluar dari shower. Dia meremas sabun dan mulai menggosok tubuhnya dengan keras, seolah dengan cara itu dia bisa menghapus semua jejak dari malam yang telah berlalu. Setiap goresan sabun di kulitnya terasa seperti usaha untuk membersihkan dirinya dari rasa sakit dan kekacauan emosional yang menimpanya. Air mengalir ke bawah, membawa pergi busa sabun bersama dengan tetesan air mata yang jatuh dari matanya. Zaveera terus menangis, tidak peduli dengan air yang memercik ke mana-mana. Dia merasa sangat terpuruk dan tertekan, seolah seluruh dunia telah runtuh di sekelilingnya. Rasa sakit fisik dari malam itu, ditambah dengan kekacauan emosional yang dia rasakan, membuatnya hampir tidak bisa bernapas dengan baik. Dia mencoba berteriak di dalam dirinya sendiri, tetapi hanya isak tangis yang keluar. Setelah beberapa waktu, Zaveera berhenti sejenak dan menatap refleksinya di cermin yang terbalut uap. Matanya merah dan bengkak, wajahnya penuh dengan kesedihan. Dia menempelkan tangan ke dinding kamar mandi, berusaha menenangkan diri sambil menatap dirinya sendiri. Dia tahu bahwa dia harus menghadapi kenyataan dan mencari cara untuk mengatasi apa yang terjadi. “Kau sudah menjadi perempuan kotor, Zaveera” gumamnya pada dirinya sendiri. Bersambung....

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
201.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Kali kedua

read
221.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.9K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
21.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook