PSD 45 Suara-suara kendaraan yang melintas di depan rumah kontrakan yang membuat Adam terbangun. Pria itu memegangi kepala yang berdentam hebat. Memejamkan mata sesaat dan kembali membukanya setelah rasa pening itu mereda. Pria yang sekarang wajahnya ditumbuhi cambang tipis itu menatap langit-langit kamar, mengingat-ingat kembali apa yang harus dilakukannya hari ini. Aroma harum yang menguar menggugah rasa lapar. Pria itu bangkit dan beringsut ke pinggir tempat tidur. Berdiam diri selama beberapa detik sebelum berdiri dan jalan ke luar kamar. "Pagi, mau kopi biasa atau kopi s**u?" tanya Firda yang tengah merapikan tampilan mie goreng di piring besar yang diletakkan di atas meja makan. "Pagi, lagi nggak pengen ngopi. Perutku perih,' jawab Adam sembari menarik kursi dan duduk di sebel

