PSD 44 Wajah cantik Milly tampak makin bersinar terkena cahaya matahari. Mengenakan gaun cream sebatas mata kaki, wajahnya hanya dipoles bedak dan sedikit pelembab pada bibir, rambut diikat tengah sebagian, sisanya dibiarkan tergerai. Benar-benar tampak segar dan memesona, terutama bagi Rahagi. Pria yang mengenakan kaus biru tua lengan panjang dan jeans senada itu sesekali melirik pada sang istri yang berada di sebelah kiri. Prita yang tahu arah pandangan Rahagi, hanya bisa membatin agar Rahagi harus benar-benar menahan diri hingga ingatan Milly kembali. "Mil, dari pertigaan itu kita ngambil arah mana?" tanya Mikail yang kali ini menjadi sopir. "Ehm, bentar A', neng ingat-ingat dulu," jawab Milly. Perempuan itu menengok ke kiri dan bergumam tidak jelas, kemudian berkata,"Belok kiri,

