PSD 64 Rahagi melirik sekilas pada Didi yang masih diam. Informasi dari Milly barusan itu benar-benar baru didengarnya. Karena kemarin dia masih diomeli sang guru dan bibi, yang setelah selesai bersantap siang langsung pulang. "Emang ada acara pengumpulan dana?" tanya Rahagi sembari memfokuskan diri pada jalan di hadapan. "Iya, neng lagi ke toilet, pas ngedeketin mereka langsung bubar," jawab Milly. "Di, apa ada yang dirahasiakan dari saya?" Rahagi mendelik pada pria bertubuh kurus yang masih betah menjadi patung. "Ehm, itu ... pengumpulan dana buat biaya antaran Mik dan Eri," jelas Didi setelah berpikir cepat dan hanya itu satu-satunya jawaban yang terlintas di benaknya. "Antaran? Bukannya semua itu dari kakek?" Milly tampak sangat penasaran. "Nggak, kakek cuma nanggung biaya

