PSD 65 Pagi yang cerah dan indah di luar sana, ternyata tidak berlaku di kediaman Gandhi. Pria tua itu benar-benar marah pada putra angkatnya yang sempat ingin berpisah dengan Milly. Suara beratnya menggelegar dan membuat ngeri orang yang mendengarnya. Rahagi yang takut bila sang bapak akan terkena serangan jantung, segera berlutut dan memegangi kaki Gandhi sambil memohon maaf. Milly yang tidak tega melihat Rahagi dimarahi, akhirnya ikut berlutut dan membuat Gandi terenyuh. "Bangun!" titah Gandhi dengan suara yang terdengar lebih rendah dari yang tadi. Pria tua itu tidak sampai hati melihat orang-orang yang disayangi sampai berlutut seperti itu. "Pokoknya jangan pernah berpikir untuk bercerai, Ra. Sampai mati bapak nggak ikhlas!" tegas Gandhi sambil mengusap puncak kepala sang putra

