Cukup Itu Saja

1518 Kata

PSD 66 "Ehm, Neng, nanti aja kita ngomongnya, ya. Aa' lagi nyetir," ucap Adam. Terpaksa sedikit berbohong karena belum menemukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan yang Milly ajukan. "Oh, oke. Neng tunggu jawabannya kalau Aa' udah sampai di tempat tujuan," sahut Milly, sesaat sebelum memutus sambungan telepon. Adam menghela napas cepat dan mengembuskannya dengan terburu-buru. Delvin yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya mengangkat alis, dia bisa menebak bila sahabatnya itu saat ini tengah bingung. Adam memutuskan untuk pergi dari tempat itu dan berusaha untuk tetap fokus mengemudi. Tangan kanannya ditumpangkan di pintu dan menahan kepala yang terasa berat. Pikirannya penuh dengan kekalutan akan kembali kehilangan Milly, dan itu ternyata masih menimbulkan rasa sakit dalam hati.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN