PSD 67 "Mereka lama amat sih? Aku udah ngantuk," keluh Didi sambil meringkuk di sofa ruang tengah. "Biarin aja, namanya juga lagi mengenang masa lalu," jawab Feri sembari mendorong kaki Didi yang menyentuh pundaknya yang tengah duduk di lantai. "Kakimu tolong dikondisikan!" sergahnya. "Pijitin." "Kutabok nih!" "Jangan galak-galak, entar Kania kabur." "Nggak mungkinlah, bulan depan aku mau acara lamaran kok!" Didi seketika menegakkan tubuh, begitu juga dengan Mikail dan Eri yang tadi sudah terkantuk-kantuk. Mereka tampak sangat antusias mendengar penjelasan Feri yang sekarang tengah mengulum senyum. "Beneran, Om?" tanya Mikail. "Iya, tadinya mau minggu depan, tapi papamu pasti masih capek karena baru pulang dari Malaysia. Setelah itu aku sama Heru mau ke Sulawesi, jadi wak

