PSD 49 "Neng." "Hmm?" "Saya boleh bertamu?" "Ke rumah siapa?" Rahagi menghela napas dan mengembuskannya perlahan. Memandangi punggung Milly yang tengah memelototi layar ponsel. "Mau ngelongok baby," bisik Rahagi. "Baby siapa? Emangnya ada yang baru lahiran? Kok neng nggak dengar kabarnya?" Sekali lagi Rahagi menghela napas, tetapi kali ini ditahannya sedikit lebih lama sebelum mengembuskannya dengan cepat. Pria itu memegangi pundak Milly dan membalikkan tubuh sang istri hingga mereka saling berhadapan. "Saya ... pengen, ehm ... aduh, gimana, ya, ngomongnya?" "Apaan sih, Kang? Neng jadi bingung." Milly mengerutkan dahi, bingung dengan sikap Rahagi yang sejak sore terus menempel padanya bak cecak di dinding. "Saya praktekkan aja langsung, ya." Pria itu memajukan tubuh d

