PSD 50 Prraanngg! Gelas yang dipegang oleh perempuan berambut ikal itu tiba-tiba terjatuh. Martha memandangi pecahan kaca dengan pandangan mengabur. Sementara tangan kanannya masih memegangi ponsel yang kini menampilkan gambar Delvin tengah berduaan dengan Eri. Gambar itu dikirimkan oleh teman seprofesinya di kelab malam di Jakarta, yang kebetulan tengah menemani seorang pria berduit untuk menghabiskan malam di restoran yang sama di mana Delvin dan Eri berada. Martha mundur beberapa langkah dan terduduk di pinggir tempat tidur. Matanya mengabut dan hati terasa sakit. Lelehan bulir bening luruh dan membasahi pipinya yang berjerawat kecil akibat hormon karena kehamilan. "Tega kamu, Vin. Kamu nyampakin aku kayak sampah. Tapi kamu ngejar perempuan itu dan ngasih dia cincin!" desis Mart

